Sahabat bagaikan tanda tanya besar yang belum bisa ku pecahkan. Begitu banyak pertanyaan tentang sahabat mulai dari “siapa itu sahabat?” “apa itu sahabat?” bahkan sampai ke pertanyaan “apa benar sahabat yg tulus itu ada?”
Banyak orang yang bilang sahabat adalah orang yang paling bisa mengerti kita, tapi pernahkah anda berpikir bahwa sesungguhnya orang yang anda anggap sahabat itu adalah orang yang menjatuhkan anda, orang yang menjatuhkan anda, bahkan orang yang menghina anda di belakang anda.
Sadarkah anda bila seorang lelaki yang menganggap dirinya seorang sahabat dari seorang wanita pasti memiliki maksud tersembunyi entah dia suka dengan wanita itu entah karena dia mengharapkan sesuatu ddari anda.
Sadarkah anda bila seorang wanita mau menjadi sahabat dari wanita lain sesungguhnya mereka hanya butuh tempat untuk cerita.
Dari beberapa orang yang pernah saya ajak diskusi mereka selalu menganggap sahabat adalah orang yang paling bisa mengerti mereka, ada di saaat susah dan senang. Tapi saat saya bertanya siapa sahabat mereka, mereka bingung mau menjawab apa, karena orang yang benar – benar bisa mengerti, ada di saat susah dan senang itu hanyalah orang yang sempurna, dan di dunia ini ga ada orang yang sempurna.
Bukti bahwa orang lain tidak dapat mengerti anda : saat anda terpuruk /merasa banyak masalah rata – rata orang hanya bisa bilang “sabar ya..!”, tapi saat sikap dan tingkah laku anda berubah akibat masalah tersebut orang tersebut bukan membuat anda berubah kembali menjadi biasanya malah meninggalkan anda dan membiarkan anda berada di jalan yang salah bahkan menjelek – jelekan anda di belakang anda. Biasanya orang yang menjelek – jelekan anda itu tidak merasakan apa yang anda rasakan, itu berarti dia tidak dapat mengerti anda bukan?
Bukti bahwa tidak benarnya sahabat itu ada saat susah dan senang : pernahkah anda meresa sedang sangat sedih dan membutuhkan dukungan? Tapi ternyata yang memberi dukungan itu bukanlah sahabat anda melainkan orang yang hanya anda anggap teman. Pernahkah anda merasa di saat anda sedang sangat bahagia tapi teman anda malah tidak menghiraukannya dan seperti kesal dengan kesenangan anda tersebut? Ya itulah bukti – bukti bahwa sahabat tidaklas selalu berada di saat kita senang maupun susah.
Jadi intinya sahabat itu ada ga sih?
Di bilang ada tapi engga karena tidak aka nada orang yang benar – benar mengerti anda.
Tapi di bilang tidak ada itu juga salah karena orang yang kita anggap sahabat itu ada.
Tapi di bilang tidak ada itu juga salah karena orang yang kita anggap sahabat itu ada.
Jadi, kesimpulannya adalah kita bukan menilai orang iya dia sahabat saya/ bukan tapi bagaimana cara kita menanggapi orang itu sebagai sahabat/bukan.
*maaf kalau – kalau ada yg tersinggung tapi ini hanya pendapat saya :)
sumber gambar : google

Tidak ada komentar:
Posting Komentar